Daur Ulang Limbah Plastik Menjadi Bijih Plastik

  • 14 Mei 2019
  • Dibaca: 34 Pengunjung
Daur Ulang Limbah Plastik Menjadi Bijih Plastik

Penggunaan plastik yang berlebihan bisa berbuntut kepada pengrusakan alam. Bagaiamana tidak, plastic merupakan sebuah materi yang sulit untuk diurai oleh alam.  Akan tetapi manusia tidak dapat terlepas dari yang namanya plastik dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari penggunaan plastik belanjaan, botol kosmetik, botol minuman, hingga perangkat elektronik di rumah meggunakan komponen plastik. Menanggulangi hal tersebut Gubernur Bali I Wayan Koster pada mengambil langkah cepat dengan membuat Pergub No 97 Tahun 2019 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik sekali pakai. Sebelum adanya Pergub tersebut, sampah plastik jumlahnya begitu banyak dari hasil pemantauan KIM di TPST Desa Mengwi. Walaupun berkurangnya tidak begitu signifikan, karena masih banyak benda yang sangat membutuhkan plastik sebagai kemasannya.


Dapat disimpulkan bahwa selain pembatasan sampah plastic diperlu juga sebuah inovasi untuk menanggulangi sampah plastic, bahkan dimanfaatkan sampah plastic tersebut menjadi sesuatu yang berguna. Di Desa Mengwi sendiri, penanganan sampah sesampai di TPST berupa daur ulang sampah organik menjadi pupuk.  Untuk sampah plastic dikumpulkan dan kemudian diberikan kepada pengepul. Ke depan berdasarkan wawancara dengan Perbekel Mengwi bahwa di Desa Mengwi akan dicanangkan Daur ulang Sampah plastic menjadi Bijih Plastik.


Perbekel Mengwi I Ketut Umbara, SH.,MH menyampaikan”Mengingat di TPA Suwung saat ini sampah tumpukannya begitu banyak dan Desa Mengwi tergolong salah satu penyumbang sampah ke sana.  Sampah banyak kita dapat dari Pasar Desa adat Mengwi selain dari rumah warga. Saat ini Desa Mengwi sudah memiliki Daur ulang Sampah Organik, jadi untuk tumbuh-tumbuhan pembuangan akhirnya hanya sampai di TPST Desa. Nah, untuk limbah plastiknya saya mempunyai cita-cita Desa Mengwi memiliki sebuah mesin untuk didaur ulang limbah plastic menjadikan bijih plastic. Sehingga semua sampah muara terakhirnya di TPST Desa Mengwi, tidak perlu lagi membawa ke Suwung".


“Pada beberapa hari yang lalu setelah berolahraga saya menyempatkan untuk singgah ke sebuah tempat daru ulang limbah plastik. Dari sana saya mendapatkan informasi dan sedikit kajian tentang bagaimana sistem dan prosedur pendaur ulangan limbah Plastik mulai dari dimana memperoleh mesin, proses menjalankannya sampai ke penjualannya. Semenjak itu saya semakin optimis di Desa Mengwi ke depan akan memiliki Mesin Daur Ulang Plastik menjadi Bijih Plastik, terlebih lagi kita sudah memiliki modal awal yaitu tempat dalam hal ini adalah TPST Desa Mengwi”, imbuhnya

Berdasarkan apa yang disampaikan Perbekel Mengwi tersebut, menunjukan salah satu solusi yang bagus agar limbah plastic dapat berguna kembali. Terlebih Desa merupakan pemerintah yang paling dekat dengan rakyat. Apabila di Desa sudah mampu menangani sampah,  tentunya sampah tidak akan menjadi permasalahan yang besar.(kim12/akz)

  • 14 Mei 2019
  • Dibaca: 34 Pengunjung

Artikel Lainnya

Cari Artikel