Pagerwesi Merupakan Pemujaan Kepada Sang Hyang Pramesti Guru

  • 15 Mei 2019
  • Dibaca: 46 Pengunjung
Pagerwesi Merupakan Pemujaan Kepada Sang Hyang Pramesti Guru

Umat Hindu merayakan hari suci Pagerwesi setiap 6 Bulan sekali. Hari suci ini jatuh pada Hari Rabu empat hari setelah Hari Saraswati, tepatnya pada Buda Kliwon Wuku Shinta. Ada suatu keunikan tersendiri dalam hari raya ini, dimana banyak yang mengartikan Pagerwesi merupakan hari di mana kita tidak boleh menduduki bangku, sehingga sekolah-sekolah hingga kantor-kantor pemerintahan libur.

Hingga sekarang, makna tersebut masih tersebar secara turun temurun dan masih berkembang di sebagian daerah di Bali. Bila dilihat dari kata, berdasarkan beberapa sumber Pagerwesi terdiri dari kata Pager dan Wesi. Pager memiliki arti Pagar dan Wesi artinya kuat. Bila disimpulkan maka Pagerwesi merupakan hari suci untuk memagari diri/jiwa agar kuat dengan puja dan banten yang di haturkan.

Dalam Lontar Sunarigama menyebutkan :

“Budha Kliwon Shinta Ngaran Pagerwesi payogan Sang Hyang Pramesti Guru

kairing ring watek Dewata Nawa Sanga

ngawerdhiaken sarwatumitah sarwatumuwuh ring bhuana kabeh”.

Artinya: Rabu Kliwon Shinta disebut Pagerwesi sebagai pemujaan Sang Hyang Pramesti Guru

yang diiringi oleh Dewata Nawa Sanga (sembilan dewa)

untuk mengembangkan segala yang lahir dan segala yang tumbuh di seluruh dunia.

 

Bila dikaitkan, dari makna kata serta isi lontar maka puja serta banten pada saat Pagerwesi dihaturkan kepada Ida Sang Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Pramesti Guru beserta pengiring beliau Dewata Nawa Sanga. Selamat merayakan Pagerwesi, selamat mengupayakan peneguhan lahir batin. Selamat merayakan ritual pagar jiwa.(kim12/akz)

  • 15 Mei 2019
  • Dibaca: 46 Pengunjung

Artikel Lainnya

Cari Artikel